Tampilkan postingan dengan label Seputar TOEFL ITP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar TOEFL ITP. Tampilkan semua postingan

11/23/2016

CARA EFEKTIF BELAJAR TOEFL

FOKUSLAH PADA KELEMAHAN ANDA. Ini adalah kunci sukses TOEFL. Untuk apa mempelajari kembali hal yang sudah bisa. Fokuslah memoles kelemahan Anda. Untuk itu, sebelum memulai belajar, Anda harus mengetes dulu kemampuan Anda dengan mengerjakan soal-soal TOEFL lalu lihat letak kelemahan Anda, dan fokuslah di situ. 

Misal nih, listening Anda sudah benar 30, reading 30 tapi structure cuma 15, ya Anda harus fokus belajar structure. TENTUKAN TARGET. Kalau target sudah tercapai baru deh poles listening dan readingnya. Fokus pada structure bukan pula artinya Anda harus mempelajari semua hal dari A-Z. Cukup FOKUS PADA TEMA SOAL YANG MENJADI KELEMAHAN ANDA. Misal, tema parts of speech, atau complex sentences dsb. Dengan begini waktu belajar Anda akan lebih efisien. Kecuali, kalau Anda benar-benar pemula dalam bahasa Inggris. Kalau begitu sih Anda perlu belajar dari awal dan perlu banyak-bAnyak latihan membaca dan latihan kuping (listening), perlu banyak-banyak terpapar bahasa Inggris supaya instingnya terasah.

Berikut ini adalah beberapa link pactice test TOEFL yang bisa Anda kerjakan:
1. TOEFL ITP PRACTICE TEST 1



6/23/2016

Pengalaman Mendapatkan Skor TOEFL 580 Tanpa Belajar, Tanpa Kursus

Sudah membaca tulisan saya berjudul Bagaimana Mendapatkan Skor TOEFL di Atas 500?

Tips-tips di artikel tersebut saya tulis berdasarkan pengalaman saya berkutat dengan TOEFL. Saya tidak pernah mengikuti kursus bahasa Inggris, karena saya tipe orang yang bosanan dan suka mengantuk kalau hanya duduk diam di kelas hanya mendengarkan penjelasan guru. Saya lebih suka belajar sendiri. Saya sangat menyukai bahasa Inggris. Sedari kecil saya suka menonton tayangan berbahasa Inggris dan meniru apa yang diucapkan. Dari hanya mengandalkan pendengaran, kemudian saya bisa membaca tulisan bahasa Inggris dengan sendirinya tanpa diajari. Saya senang membaca apa saja yang berbahasa Inggris, dari sekedar tulisan di papan iklan sampai buku cerita. Melafalkan semua tulisan itu dengan keras, berpura-pura saya adalah pendongeng atau pembaca berita atau seorang pujangga, sangatlah menyenangkan. Dari membaca dan mendengarkan, kemudian perlahan kosakata saya semakin banyak dan selanjutnya saya bisa menulis. Dari membaca dan mendengarkan pulalah, saya bisa berbicara bahasa Inggris.

Saya, yang tidak pernah kursus, harus mengikuti TOEFL untuk pertama kalinya pada tahun 2007 agar bisa melampirkan sertifikatnya di curriculum vitae saya. Hanya berbekal belajar otodidak (dan sedikit pencerahan dari sekolah) saya bisa mendapatkan skor 580. Sayang sekali saya tidak bisa menampilkan fotonya karena saya lupa dimana sertifikatnya saya taruh, karena sudah bertahun-tahun lalu (saat sudah dapat kerja sertifikat-sertifikat langsung dilupakan, hahaha). Yang saya ingat, saat itu saya memperoleh nilai nyaris sempurna untuk reading, 48 dari 50 soal bisa saya jawab dengan benar, Untuk listening saya lupa jumlah pasnya, yang pasti jumlah salahnya kurang dari 10. Nah, structure nya yang kurang, jumlah benar untuk structure ada di angka 20 an, saya tidak ingat jumlah pastinya. Untuk pertama kali ujian, skor segitu tentu sesuatu sekali. (menghembus nafas, membusungkan dada, hahaha).

Dari pengalaman saya tersebut, dapat disimpulkan bahwa untuk mendapatkan skor tinggi di TOEFL itu gampang, tapi tidak instan. Anda harus banyak berlatih. Harus banyak bersentuhan dengan bahasa Inggris, dengan mendengarkan dan membaca. Yang perlu Anda ingat, TOEFL itu adalah ujian comprehension. Yang diuji adalah pemahaman Anda. Jika Anda paham, maka soal apapun yang disajikan dapat Anda selesaikan dengan baik. Nah, untuk mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi, tentu Anda harus banyak berinteraksi dengan si bahasa Inggris, jangan cuma disapa, apa lagi cuma dilihat.

Jika target Anda hanya di angka 500, maka tips diatas sudah cukup buat Anda. Cukup poles listening skill dan reading skill Anda, sekali lagi,  dengan banyak mendengarkan dan membaca apa saja yang berbau Inggris. Tapi, jika target Anda diatas itu, berarti nilai structure Anda harus tinggi, diatas 25, maka Anda harus belajar grammar secara menyeluruh. bukan sekedar tahu tenses. 

Bagaimana meningkatkan skor structure di TOEFL? 

Ketika saya masih hanya mengandalkan feeling, jumlah soal benar untuk structure jarang sekali lewat dari 25, yang ada malah turun, kalau naik pun hanya 1-3 poin. Hal itu karena structure tidak bisa hanya dipahami dengan feeling tapi harus benar-benar dipelajari, dipahami, dan diresapi. Setelah saya memperdalam grammar dan banyak berlatih soal structure, barulah saya bisa menembus angka 25. Jumlah salah selalu dibawah 5. Memang belum bisa mencapai nilai sempurnya 677, tapi setidaknya nilai TOEFL saya sudah diatas 600.



6/20/2016

Bagaimana Mendapatkan Skor TOEFL di Atas 500?

Strategi, tips dan trik untuk mendapatkan skor TOEFL di atas 500 adalah hal yang paling sering dicari orang-orang yang hendak mengambil tes TOEFL.  Sepertinya mendapatkan skor TOEFL di atas 500 adalah hal yang susah. Padahal sebenarnya sangat gampang. Bila Anda sudah punya basic bahasa Inggris. Basic yang saya maksudkan di sini adalah Anda terbiasa mendengarkan dan membaca sesuatu dalam bahasa Inggris, entah itu mendengarkan musik, menonton berita, membaca koran, novel, komik, dsb. Skor 500 bukan hal yang sulit.

Tidak percaya?

Oke, gini. TOEFL (ITP) itu kan terdiri dari tiga bagian, listening, structure and written expression, dan reading. Yang berkaitan erat dengan keseharian kita apa? ya listening dan reading.

Ayo kita bedah. Listening itu terdiri dari tiga part ; short conversation, longer conversation, dan short talk. Topik pembicaraan biasanya seputar akademik, kehidupan kampus, dan umum. Pada bagian short conversation kita akan diperdengarkan percakapan pendek (dua baris) antara dua orang, laki-laki dan wanita. Pembicaraannya berupa percakapan casual, bisa tentang kapan kumpul tugas, jam berapa pertemuan dimulai, mengapa tidak datang ke pertemuan, hobi, dll. Hal-hal yang biasa kita dengar di kehidupan sehari-hari kan? Hanya saja dalam bahasa Inggris. Pada longer conversation, kita masih disuguhi percakapan kasual antara dua orang hanya saja dengan porsi yang lebih panjang. Sedangkan pada short talk, kita akan mendengarkan kuliah. Semua pernah mendengarkan kuliah pasti. Kuliah tidak cuma dari dosen lho, dari guru, dari orang tua (hahaha) dari SPG, atau dari agen asuransi (paling males yang ini). Jadi, semuanya adalah topik yang biasa kita hadapi sehari-hari, hanya saja kemasannya bahasa Inggris. Kunci dari listening hanya dua menurut saya, yaitu, fokus (tahu arah pembicaraan, bagian mana yang penting) dan mengerti bahasa Inggris tentunya.

Next, Reading. Anda suka membaca novel atau komik dalam bahasa Inggris? berarti Anda sudah punya dasar bahasa Inggris. Anda suka membaca koran, artikel, atau buku kuliah dalam bahasa Inggris? Maka reading tidak akan menjadi masalah buat Anda. Karena pada reading, anda akan dihadapkan pada artikel-artikel akademik juga umum. Jika Anda adalah avid reader maka Anda dapat mencerna informasi dalam artikel itu dengan mudah walaupun ada beberapa bahkan banyak kosakata yang Anda tidak paham. Bayangkan Anda membaca artikel tentang ekonomi yang didalamnya bergelimpangan istilah-istilah ekonomi yang tidak Anda mengerti, apa lantas Anda tidak mengerti isinya? Sedikit-banyak Anda mengerti inti dari artikel tersebut. Seperti itulah reading comprehension di TOEFL.

Lalu, bagaimana dengan structure? Bila Anda suka membaca,  sedikit banyak pola kalimatnya akan terpatri di benak Anda, dan bisa dimanfaatkan kembali pada saat menghadapi structure comprehension, ya, dengan memakai feeling Anda. Memakai feeling yang sudah terasah buku-buku/artikel-artikel berbahasa Inggris yang Anda baca. Bukan feeling yang belum terasah ya! Itu sih, sama saja bohong. Dengan cara ini, menurut pengalaman saya, biasanya paling banyak Anda bisa menebak dengan benar 18-25 soal. Tapi jangan khawatir, sisanya bisa ditutupi dengan skor listening dan reading Anda.

Jadi, selama Anda melatih kemampuan bahasa Inggris Anda dengan :
  1. Rutin mendengarkan musik dalam bahasa Inggris (bisa latihan tambahan dengan menuliiskan lirik lagu yang Anda dengarkan, melatih kosakata dan ketajaman pendengaran),
  2. Rutin  mendengarkan berita (dalam bahasa Inggris) di TV atau radio dan berusaha mengerti inti berita dan mengingat detail penting,
  3. Rutin membaca artikel berbahasa Inggris di koran/majalah,
  4. Rutin membaca buku (buku kuliah/novel/dll) yang berbahasa Inggris,
Maka, Anda tidak akan sulit mendapatkan skor TOEFL 500.

Belajar di kursus mungkin membantu Anda mempelajari strategi dan tipsnya, tapi bila Anda jarang bersentuhan dengan bahasa Inggris maka semua akan percuma. 

Selain cara diatas, ada lagi cara lainnya yaitu berlatih soal dan belajar dari kesalahan Anda. Berlatih soal tidak cukup  hanya 5-10 set soal TOEFL, puluhan bahkan ratusan set soal harus Anda kerjakan untuk mengasah memori, kepekaan dan logika Anda. Jadi, jangan heran bila Anda sudah bayar mahal-mahal untuk kursus TOEFL tapi hasil yang ditargetkan belum tercapai juga. Itu berarti, Anda kurang jam terbang. Berapa banyak latihan yang harus Anda lakukan, tentu tergantung kemampuan Anda..






6/12/2016

Kupas Lebih Dalam TOEFL ITP

Apa sih yang diuji dalam TOEFL ITP? TOEFL® ITP  (Institutional Testing Program) adalah test untuk mengukur kemampuan siswa dalam bahasa Inggris. TOEFL ITP berformat pilihan ganda yang terdiri dari tiga sesi yaitu listening, structure and written expression, dan reading. ITP diperuntukkan bagi siswa-siswa yang sudah mempunyai basic bahasa Inggris (yang belum punya basic harap melipir dulu ya, belajar dulu).

Siapa pemilik brand TOEFL® ITP? TOEFL ITP adalah produk dari ETS (English Testing Service), sebuah lembaga independen yang mengabdikan dirinya untuk melakukan penelitian di bidang pendidikan dan standardisasi tes. Lembaga yang berdiri pada tahun 1947 ini telah menelurkan berbagai macam tes, diantaranya yang kita kenal adalah GRE, SAT, TOEIC, dan tentunya TOEFL beserta keluarganya.

Ada berapa macam jenis TOEFL? ETS, yang berkantor pusat di Amerika Serikat, telah membuat berbagai macam TOEFL disesuaikan dengan kondisi dan keperluan tes.

Berikut adalah beberapa tipe TOEFL:
1. TOEFL PBT (sudah tidak digunakan sejak 1998)
2. TOEFL CBT (tidak digunakan lagi sejak 2006)
3. TOEFL IBT (digunakan sejak 2006-sekarang, berlaku internasional)
4. TOEFL ITP (sertifikatnya berlaku institusional, hanya digunakan dibeberapa negara saja)
5. TOEFL JUNIOR (diperuntukkan untuk anak SMP)
6. TOEFL PRIMARY (diperuntukkan untuk anak usia 8 tahun ke atas)

Siapa saja pengguna TOEFL ITP? TOEFL ITP telah digunakan oleh 2500 institusi di lebih dari 50 negara dan 800.000 tes diselenggarakan setiap tahunnya. Walaupun banyak negara yang memakai bukan berarti sertifikat TOEFL ITP berlaku internasional. Sertifikat TOEFL ITP, sesuai namanya, berlaku institutional.

Untuk apa TOEFL ITP? Berdasarkan panduan ETS, TOEFL ITP bisa digunakan untuk tujuan-tujuan berikut:
  1. Tes Penempatan/ tes masuk program bahasa Inggris yang membutuhkan kemampuan bahasa Inggris akademik setingkat universitas (Idealnya begitu, tapi di Indonesia di pukul rata. Padahal dalam perkuliahan tidak menggunakan bahasa inggris untuk berkomunikasi ataupun membuat tugas, tetep masuknya harus ada nilai TOEFL).
  2. Progress Test, untuk mengukur kemajuan siswa program bahasa Inggris yang menekankan kemampuan bahasa Inggris akademik. (akademik di sini maksudnya kemampuan bahasa Inggris dalam mengikuti perkuliahan; mendengarkan kuliah dalam bahasa Inggris, berdiskusi dan berkomunikasi dengan dosen/siswa menggunakan bahasa Inggris, mampu membaca buku kuliah yang bahasanya Inggris, membuat tugas dalam bahasa Inggris, dan presentasi menggunakan bahasa Inggris).
  3. Final Test,  mengukur kemampuan listening dan reading siswa program bahasa Inggris yang akan lulus.
  4. Penerimaan untuk program jangka pendek non gelar di negara-negara yang bahasa utamanya Inggris dimana institusi yang berkaitan (yang mengirim siswa atau pun yang menerima siswa) setuju untuk menggunakan skor TOEFL ITP sebagai syaratnya.
  5. Penerimaan program sarjana atau pasca sarjana di negara-negara yang bahasa utamanya bukan bahasa Inggris.
  6. Penerimaan dan Penempatan di program international dimana bahasa Inggris adalah bagian dari program tersebut.
  7. Program Beasiswa, sebagai dokumen pelengkap untuk menunjukkan kemampuan bahasa Inggris akademik.
Jadi, ringkasnya TOEFL ITP digunakan untuk kepentingan akademik.

Berapa jumlah soalnya? Berapa skor tertinggi dan terendah TOEFL ITP? Bagaimana cara menghitung skor TOEFL ITP? Jumlah soal TOEFL ITP secara keseluruhan adalah 140 soal dan waktunya adalah 115 menit. Ada tiga sesi dalam TOEFL ITP, listening, structure and written expression, dan reading. Jumlah pertanyaan dan waktu pengerjaan per sesi bisa dilihat pada tabel di bawah.  Range skor TOEFL ITP adalah 310-677. Untuk tahu lebih lanjut mengenai perhitungan skor TOEFL ITP bisa klik link ini.

Tabel Jumlah Soal dan Waktu pengerjaan TOEFL ITP


Berapa lama sertifikatnya keluar setelah mengikuti tes? Berapa jangka waktu berlakunya sertifikat TOEFL ITP? Sertifikat TOEFL ITP keluar paling cepat 1 minggu setelah test dan berlaku 2 tahun semenjak tanggal dikeluarkannya. Ada 3 jenis sertifikat TOEFL ITP yakni gold, silver, dan bronze.
Tipe sertifikat TOEFL ITP

Apa maksud sertifikat gold, silver, dan bronze? Sertifikat gold, silver, atau bronze diberikat sesuai jenjang skor peserta menurut kode CEFR (Common European Framework of References for languages). Lihat tabel berikut untuk keterangan lebih lanjut:

SERTIFIKAT
CEFR LEVEL
SCORE RANGE
GOLD
C1
627-677
SILVER
B2
543-626
BRONZE
B1
460-542
TIDAK MENDAPAT SERTIFIKAT
A2
<460
Makna sertifikat TOEFL ITP

Makna CEFR Level
627
-677
C1
Effective Operational Proficiency
Can understand a wide range of demanding, longer texts, and recognise implicit meaning. Can express him/herself fluently and spontaneously without much obvious searching for expressions. Can use language flexibly and effectively for social, academic and professional purposes. Can produce clear, well-structured, detailed text on complex subjects, showing controlled use of organisational patterns, connectors and cohesive devices.
543
-626
B2
Vantage
Can understand the main ideas of complex text on both concrete and abstract topics, including technical discussions in his/her field of specialisation. Can interact with a degree of fluency and spontaneity that makes regular interaction with native speakers quite possible without strain for either party. Can produce clear, detailed text on a wide range of subjects and explain a viewpoint on a topical issue giving the advantages and disadvantages of various options.
460
-542
B1
Threshold
Can understand the main points of clear standard input on familiar matters regularly encountered in work, school, leisure, etc. Can deal with most situations likely to arise whilst travelling in an area where the language is spoken. Can produce simple connected text on topics which are familiar or of personal interest. Can describe experiences and events, dreams, hopes and ambitions and briefly give reasons and explanations for opinions and plans.
<460
A2
Waystage
Can understand sentences and frequently used expressions related to areas of most immediate relevance (e.g., very basic personal and family information, shopping, local geography, employment). Can communicate in simple and routine tasks requiring a simple and direct exchange of information on familiar and routine matters. Can describe in simple terms aspects of his/her background, immediate environment and matters in areas of immediate need.

Dimana bisa mengikuti TOEFL ITP? Anda bisa mengikuti TOEFL ITP di test center resmi terdekat. Test center resmi adalah institusi yang ditunjuk ETS untuk mengelola penyelenggaraan TOEFL ITP di daerah-daerah. Bila mengikuti test di test center resmi maka akan mendapatkan sertifikat asli TOEFL ITP berlogo ETS dan IIEF (Indonesian Institutional Education Foundation) yang merupakan perwakilan ETS untuk TOEFL ITP di Indonesia. Untuk mengetahui test center resmi TOEFL ITP di kota Anda bisa klik di sini

Sertifikat asli TOEFL ITP

Berapa kali dalam sebulan TOEFL ITP diselenggarakan?Berapa biayanya? Biasanya TOEFL ITP diselenggarakan 2 kali dalam satu bulan. Untuk informasi akurat sebaiknya Anda langsung mendatangi test center resmi TOEFL ITP terdekat. Biayanya sekitar Rp. 450.000,- s.d. Rp 600.000,- tergantung daerah dan institusi penyelenggara.

Untuk mengetahui lebih lanjut jadwal TOEFL ITP di kota Anda bisa klik di sini atau di sini

Apa bedanya TOEFL ITP dengan TOEFL Prediction? TOEFL prediction diselenggarakan oleh institusi tanpa bekerjasama dengan ETS sehingga tidak mendapat sertifikat resmi TOEFL ITP. Sertifikat TOEFL prediction biasanya tidak bisa digunakan untuk melamar kerja atau beasiswa. 

Untuk tahu lebih lanjut tentang TOEFL Prediction bisa baca artikel Apa Itu TOEFL PREDICTION?

6/11/2016

APA ITU TOEFL PREDICTION?

Pernah dengar tentang TOEFL PREDICTION? Bagi yang pertama kali dengar, simak baik-baik ya. TOEFL PREDICTION adalah TOEFL like test. Artinya tesnya mirip-mirip TOEFL ITP tapi bukan TOEFL ITP. Lah maksudnya?!

Maksudnya.....

Begini, TOEFL adalah trademark ETS (English Test Center), buatan ETS, berarti soalnya dibuat ETS, penyelenggaranya lembaga yang ditunjuk oleh ETS (Test Center Resmi), sertifikatnya pun keluaran ETS. Jadi test-test TOEFL yang diselenggarakan oleh bukan test center resmi ETS dan bukan memakai soal yang dibeli dari ETS dan sertifikatnya tidak berlogo ETS, maka disebut TOEFL like test alias TOEFL prediction. 

Terus, kalau gitu siapa dong penyelenggaranya? siapa yang keluarin sertifikatnya? Soal-soalnya gimana?

TOEFL prediction ini biasanya diselenggarakan oleh universitas untuk kalangan sendiri atau untuk orang-orang yang mau uji coba sebelum mengambil TOEFL ITP.  Soalnya pun biasanya lebih mudah dibanding TOEFL ITP. Soal-soal yang dipakai dalam TOEFL prediction biasanya diambil dari buku-buku TOEFL, seperti Longman, Barron, ETS powerprep, dll, atau bisa juga buatan institusi penyelenggara test. Sertifikat dikeluarkan oleh institusi penyelenggara, yang tentunya tanpa logo ETS.

Contoh Sertifikat TOEFL Prediction

Sertifikat TOEFL ITP 

Oh, oke. Biayanya gimana? sama kah?

Namanya aja prediction, ya jelas biayanya lebih murah. Biaya TOEFL prediction test biasanya di kisaran Rp 50.000,- sampai Rp. 100.000,-. Kalau Anda siswa dari institusi yang bersangkutan biasanya lebih murah lagi, bahkan ada kemungkinan gratissss.

Masing-masing institusi mempunyai penyebutan berbeda untuk TOEFL Prediction ini. Ada yang menamainya EPT (English Proficiency Test) seperti di UGM dan beberapa universitas lainnya, S.U.L.I.E.T (Sriwijaya University Language Institute English Test) di UNSRI, PTESOL (Proficiency Test of English for Other Speaker of Languages) di UPI, dan lain sebagainya.

Mengapa namanya beda-beda tapi satu jua padahal sama-sama TOEFL prediction? karena copyright nama TOEFL dipegang oleh ETS, jadi kalau menggunakan penyebutan yang sama untuk TOEFL like test bisa menjadi pelanggaran hak cipta.

Hmm, murahan TOEFL prediction ya. Kalau gitu mending ambil TOEFL prediction daripada ITP yang muahal itu?

Well, kalau Anda tanya lebih baik ambil yang mana, yah..itu tergantung tempat, maksud dan tujuan. Kita mulai dari maksud dan tujuan dulu ya. Mengapa Anda tes TOEFL? untuk masuk kuliah? lulus kuliah? melamar kerja? atau cuma mau test kemampuan Anda?

Kalau cuma mau iseng-iseng tes kemampuan bahasa Inggris Anda, ya mending ikut TOEFL prediction, syukur-syukur kenal orang dalem jadi bisa tes gratis, eits, lebih murah, gak bikin sakit kantong, apalagi sakit hati. Kalau sudah yakin dengan kemampuan Anda barulah ngambil TOEFL ITP.

Jika untuk syarat masuk kuliah, lulus kuliah, atau melamar kerja, maka Anda harus pastikan dulu apakah universitas atau perusahaan yang Anda tuju menerima TOEFL prediction atau tidak. Kalau iya, TOEFL prediction dari institusi mana? semua institusi atau institusi tertentu saja. Bila untuk masuk kuliah atau lulus kuliah, biasanya TOEFL prediction yang diterima ya dari Universitas tujuan Anda atau tempat Anda kuliah. Kalau untuk melamar pekerjaan, pastikan lagi TOEFL prediction dari universitas atau institusi mana saja yang diterima.

Jadi, sebelum Anda tes TOEFL pastikan dulu apakah yang diperlukan TOEFL ITP  atau cukup TOEFL prediction. Kalau yang diperlukan adalah TOEFL ITP, jangan sampai Anda salah ikut tes, dan pastikan tempat tes yang Anda ikuti adalah test center resmi supaya Anda dapat sertifikat asli dari ETS. Jika syaratnya cukup dengan TOEFL prediction, ya..jangan buang-buang uang dengan ikut TOEFL ITP.


Artikel Terkait:

TOEFL ITP = TOEFL PBT ?
CARA MENGHITUNG SKOR TOEFL ITP

5/30/2016

CARA MENGHITUNG SKOR TOEFL ITP


Section 1 = listening        Section 2 = structure       Section 3 = Reading


Misalkan jumlah betul masing2 bagian adalah ; listening = 30, structure =25, reading = 31,
maka skor Anda adalah:

skor konversi listening + skor konversi structure + skor konversi reading
                                                                                                                                x  10
                                                 3

lihat tabel konversi dibawah, maka:

     51 + 49 + 48
=                          x 10  = 493,33  = 493
             3


Tabel Konversi Skor TOEFL ITP

Tabel konversi ini bisa menjadi patokan berapa maksimum jumlah salah yang bisa Anda lakukan per bagian jika anda ingin mencapai skor tertentu.

Katakanlah target nilai Anda adalah diatas 500, maka skor konversi Anda untuk masing-masing section minimal haruslah 50 (karena (50+50+50) x 10/3 = 500).

Untuk mendapatkan nilai konversi 50, berdasarkan tabel, jumlah benar untuk listening adalah 29, jumlah benar untuk structure adalah 26, dan jumlah benar untuk reading adalah 33.

Berarti maksimum kesalahan yang bisa Anda lakukan adalah, 21 salah untuk listening, 14 salah untuk structure, 17 salah untuk reading.

Setelah mengetahui seberapa banyak maksimum kesalahan yang bisa dilakukan, Anda bisa mulai membangun strategi belajar untuk bagaimana meminimalisir jumlah kesalahan Anda.

TOEFL ITP = TOEFL PBT ?

Apa sih TOEFL ITP itu? Apa TOEFL ITP sama dengan TOEFL PBT? Pasti banyak dari Anda, terutama mahasiswa dan para pencari kerja, yang bertanya-tanya seperti itu. Jawabannya adalah TOEFL ITP serupa tapi tak sama dengan TOEFL PBT.

 Eh? Jadi, apa bedanya TOEFL ITP dengan TOEFL PBT?

TOEFL PBT adalah tes yang diselenggarakan oleh empunya TOEFL yaitu ETS (English Testing Service), yang dulu, sertifikatnya diakui secara luas di dunia, sebelum dihentikan penggunaannya pada tahun 1998. Sekarang sertifikat TOEFL PBT tidak lagi berlaku secara global, yang diakui sekarang adalah sertifikat TOEFL IBT.

Walaupun penggunaannya telah dihentikan sejak lama, tetapi format Paper Based Test masih digunakan secara luas di beberapa negara didunia, contohnya Indonesia. Karenanya, ETS membuka celah bagi negara-negara tersebut dengan membuat brand TOEFL ITP, dimana soal-soal yang dipakai adalah soal daur ulang TOEFL PBT minus tes writing (TWE). Institusi-institusi yang bekerjasama dengan ETS, selanjutnya disebut dengan test center resmi TOEFL ITP, dapat menyelenggarakan TOEFL ITP dengan membeli soal dari ETS (makanya tesnya tidak bisa sering-sering, ada yang 2 bulan sekali, 3 bulan sekali). Test center resmi ini juga bisa mengeluarkan sertifikat resmi berlogo ETS. Dan biayanya juga relatif lebih murah dari TOEFL PBT, yaitu sekitar Rp 450.000,-.


Berbeda dengan TOEFL PBT yang dulu sertifikatnya berlaku global, sertifikat TOEFL ITP berlaku  institusional, Sertifikat TOEFL ITP bisa digunakan untuk melengkapi persyaratan masuk universitas-universitas dalam negeri, persyaratan lulus S1, untuk mengambil S2 dan S3 di dalam negeri, untuk melamar pekerjaan, atau pun untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri di negara-negara yang bahasa utamanya bukan bahasa Inggris, contohnya Belanda. Untuk beasiswa ke negara yang bahasa utamanya adalah bahasa Inggris seperti Amerika, Inggris, Australia, ada universitas yang menerima TOEFL ITP sebagai syarat pertamanya, tetapi, tetap saja nanti Anda akan diminta untuk tes ulang menggunakan IELTS atau TOEFL IBT.

Jadi, bagaimana dengan soalnya? apakah sama?

Seperti yang tadi di jelaskan di atas, soal TOEFL ITP adalah daur ulang dari TOEFL PBT minus TWE (Test of Written English). Jadi, format soalnya sama dengan PBT.

Section
Jumlah soal
Keterangan
Waktu
LISTENING
50
-          Short Conversation : 30 soal
-          Longer Conversation : 7-8 soal
-          Short talk : 8-12 soal
35 MENIT
STRUCTURE
40
-          Structure : 15 soal
-          Written Expression : 25 soal
25 MENIT
READING
50

55 MENIT
tabel jumlah soal  dan alokasi waktu TOEFL ITP

Lalu bagaimana dengan sistem skornya? apakah sama?

Sistem skor TOEFL ITP sama dengan PBT. Rentang skornya antara 310-677.

Tabel konversi skor TOEFL ITP/PBT bisa dilihat di sini


Jadi, ringkasnya, TOEFL ITP itu adalah daur ulang TOEFL PBT.

ARTIKEL TERKAIT
Apa Itu TOEFL PREDICTION?
Cara Menghitung Score TOEFL ITP